Melihat 1000 kali beda dengan merasakannya sekali. Rentetan peristiwa yang terjadi di tanah air maupun di belahan bumi sana yang datang silih berganti menandakan, bahwa kematian itu pasti mendekap siapa saja. Apakah itu mati tenang di atas tempat tidur, ataukah mati karena tusukan seratus pedang. Sedikit demi sedikit ilmu diangkat, sedangkan perbendaharaan akherat semakin langka dikikis oleh perang yang masih saja berkecamuk. Di sisi lain, bertambahnya usia/ilmu seseorang atau apapun itu bukannya bertambah bijaksana, malah hati makin mengeras bak bongkahan batu dan lebih mengedepankan keakuan diri. Teriak mengecam aksi pembelaan harga diri, menutup mata dan telinga di tengah pembantaian-pembantaian negeri minoritas. Belum lagi informasi-informasi yang didapatkan kadangkala didramatisir demi kepentingan golongan tertentu; memaksa kita mengubahnya menjadi tawa. Bagaimana perasaan sedihnya Anda pada hari ini, belum tentu sama dengan kesengsaraan dan kepedihan yang setiap hari mereka rasakan - Berita Januari 2015 Yang Menarik Perhatian hanyalah sekeping pecahan kaca berserakan dari sekian banyak peristiwa/musibah di muka bumi. [Foto/Google search]
Sebagaimana dilaporkan BPRS pada Jum’at (9/1/2015). Dari ketujuh korban jiwa, 1 diantaranya adalah seorang bayi dan 6 lainnya masih anak-anak.
Belum genap sepekan sejak aksi penyerangan pada Rabu (7/1/2015) lalu, yang menyebabkan 12 orang tewas. Lagi-lagi jajaran redaksi yang hari itu namanya tidak termasuk dalam daftar, kembali beraktifitas. Bahkkan edisi mingguan yang naik cetak kali ini lebih dari 60.000 eksemplar.