12 Nov 2014

Penguasa - Penguasa Minyak Dunia

Penguasa - Penguasa Minyak Dunia

Saudagar-Saudagar Minyak (BBM)- Tidak dipungkiri memang, hampir tiap tahun negara kita mengalami kenaikan harga BBM. Antrian kendaraan bermotor di Spbu-Spbu telah menjadi tradisi tahunan. Spbu yang mulanya mendapat jatah 24 kl atau setara dengan 24.000 liter, semenjak pemerintah berencana akan menaikkan lagi harga bbm, penyaluran bbm ke spbu pun dipangkas setengahnya. Dengan alasan menjaga agar jangan sampai terjadi penimbunan sebelum kenaikan harga. Tapi ada benarnya juga, dan untuk mengawasi jangan sampai terjadi penimbunan, dalam hal ini Pemerintah melalui Pertamina menggandeng aparat Kepolisian. (Foto/Google search).
Minyak mentah atau yang dikenal dengan istilah emas hitam, masih merupakan kebutuhan pokok negara-negara di dunia. Terutama negara-negara maju yang tergabung dalam G8 yang merupakan Pengkomsumsi minyak terbesar dunia. Yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Kanada, Italia, Jerman, Rusia dan Jepang.
Adapun perusahaan "Saudagar" minyak internasional yang mendominasi produksi minyak dunia pasca Perang Dunia II merujuk kepada tujuh perusahaan dengan sebutan The Seven Sisters. Diciptakan oleh pakar energi dari Italia, Enrico Mattei. The Seven Sisters terdiri dari Standard Oil of New Jersey, Royal Dutch Shell, Anglo Persian Oil Company (BP), Standard Oil of New York (Exxon Mobile), Standard Oil of California (Chevron), Gulf Oil dan Texaco.

Sebagaimana diungkap majalah bisnis terkemuka Fortune edisi Mei 1973 silam. Kepemilikan perusahaan-perusahaan tersebut didominasi oleh orang-orang Yahudi. Selama puluhan tahun mereka mendominasi produksi dan industri minyak. Dan mereka sangat kuat karena menguasai sekitar 40 persen pasokan minyak dunia.

Namun setelah berdirinya OPEC, yakni Organisasi negara-negara Pengekspor minyak pada tahun 1960, negara-negara Arab dapat mengendalikan harga dan produksi minyak. Dan The Seven Sister pun "sekarat" sejak tahun 1960 hingga tahun 1970-an, karena kekuasaan dan pengaruhnya jauh berkurang. Negara OPEC beranggotakan Irak, Libya, Nigeria, Iran, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Algeria, Angola, Ekuador, Venezuela ...
Uraian informasi singkat yang diambil dari berbagai sumber di atas hanyalah sebagai pengantar saja untuk memahami kata Pengkomsumsi VS Pengekspor. Dengan didekatkannya kedua kata ini, mungkin di benak Anda sudah terbesit tanya. Apakah kesemuanya hanya karena Emas Hitam ? .
Irak, Dengan dalih memiliki senjata pemusnah massal yang hingga kini tak terbukti, mempunyai ladang-ladang minyak terbesar kedua dunia. Apa yang Anda saksikan hari ini? Chaos..!

Libya, Negara yang beribukotakan Tripoli ini sekarang rakyatnya kekurangan air bersih, kekurangan bahan bakar (bensin), dimana sebelumnya air bersih berlimpah dan merupakan negara dengan harga bensin termurah dunia. Hancur..! dikacaukan oleh orang-orang yang pada mulanya menamakan dirinya demonstran.

Nigeria, Tempat Boko Haram yang beberapa waktu lalu menjadi perhatian dunia setelah aksinya menculik 200 pelajar perempuan Nigeria. Bahkan, mereka mengancam akan menjual para sandera sebagai budak. Kacau..!

kecuali Iran, Negara yang telah beberapa kali diembargo dari dunia luar, hingga kini masih kokoh dari guncangan. Meski beberapa ilmuwan-ilmuwan Iran raib entah di mana rimbanya.
Indonesia..? Masih mengobati luka lama. Penderitaan kita hari ini, jangan sampai dirasakan pula oleh anak cucu kita kelak..! *Kata Kakek*

Related Posts: