Untuk memperjelas lagi maksud dari paragrap di atas melalui sketsa gambar berikut, kita akan mencoba membandingkan antara cairan bbm yang berada di menhole dengan cairan bbm yang berada atau sejajar dengan ijek baut tera
Perhatikan posisi cairan bbm jika berada di menhole kompertemen (pola lama). Misalkan sebelum proses pembongkaran dimulai, terlebih dahulu masukkan deepstik ke dalam kompertemen tangki dan catat berapa ketinggian cairan. Selanjuntya kita mengambil ember bongkar dengan kapasitas kurang lebih 10 liter kemudian tarik tuas bongkar/kopling truk tangki. Berapa ketinggian cairan setelah kita keluarkan. Contoh ketinggian awal 140 cm setelah dikeluarkan sebanyak 10 liter, maka ketinggian turun ke posisi 137 cm. Artinya, jika ketinggian berkurang 3 cm berarti kekurangan = 10 liter.
Perhatikan pula jika posisi cairan bbm berada atau sejajar dengan ijek baut tera (pola baru). Masih seperti pada cara perbandingan pertama di atas. Misalkan kita mengukur ketinggian 132 cm, setelah dikeluarkan sebanyak 10, maka ketinggian turun ke posisi berapa?, ada tidak perubahan yang kita temukan. Bagaimana pula kalau kita memakai ember 20 liter. Ada tidak perubahan dari ketinggian saat kita keluarkan?.
Untuk selanjutnya, silahkan uji coba di spbu dari kedua cara tersebut dan semoga ke depannya kita dapat menemukan solusi dari Pengaruh Baut Tera Terhadap Susut BBM di Spbu. Wassalam.